Kerajinan Anak : Menghitung Es Krim

Setiap anak suka es krim. Jadi kenapa tidak belajar menghitung menggunakan es krim?
Ajari anak menumpuk es krim sesuai urutan

Menggunting & menempel es krim sambil berhitung


Usia : 
TK, balita

Untuk orang tua :

  • Bantu anak membentuk es krim
  • Ajari anak untuk menumpuk es krim sesuai urutan angka

Bahan-bahan :



Cara membuat :
1. Sambung kertas kuning / putih memanjang untuk membuat dasar es krim



2. Download dan print Template es krim untuk di-print
3. Membuat cone es krim : gunting kertas coklat mengikuti pola hasil print, kemudian hias dengan spidol dan tempelkan di kertas kuning panjang.


4. Membuat scoop es krim : gunting kertas warna-warni mengikuti pola hasil print. Bisa juga menggunakan kertas putih yang diwarnai

5. Berikan nomor 1 sampai 10 di masing-masing scoop es krim

6. Mintalah anak Anda untuk menggambar hiasan (kismis/coklat) pada scoop es krim

7. Ajari anak untuk menumpuk scoop es krim pada cone nya, dimulai dari bawah (angka 1) ke atas (angka 10)



Es Krim di Indonesia
Siapa yang tak doyan es krim? Jajanan legit dan dingin itu memikat orang dari berbagai kalangan usia dan juga lintas zaman. Di Indonesia, ada warung-warung es krim legendaris yang sudah berdiri sejak lama.

Di masa kejayaannya, warung atau kafe es krim tersebut dipenuhi meneer dan mevrouw Belanda. Di cuaca panas khas tropis, mereka pun asyik mendingkan mulut melalui semangkuk es krim. Kini, restoran-restoran es krim antik itu dipenuhi oleh orang Indonesia.

Dulu, mereka hanya bisa melihat enaknya makan es krim dari kejauhan di luar restoran. Sekarang, mereka menikmatinya sendiri di kursi-kursi yang pernah ditempati para Belanda di masa penjajahan.

Restoran es krim “jadul” yang masih bertahan hingga sekarang antara lain adalah Toko Oen di Semarang, Tip Top di Yogyakarta, Rasa Bakery & Cafe di Bandung, serta restoran-restoran es krim berikut ini.

Toko Oen, Malang. Menelusuri sejarah Toko Oen, maka akan bermula di Yogyakarta saat Oma Oen membuka toko kue di kota ini pada tahun 1910. Di tahun 1922, Oma Oen mengembangkan tokonya menjadi restoran es krim.
Ia kemudian membuka cabang sampai ke Jakarta, Semarang, dan Malang. Sayang, cabang Yogyakarta dan Jakarta terpaksa tutup. Toko Oen cabang Semarang hingga saat ini masih dikelola oleh keturunan Oma Oen.
Sementara Toko Oen Malang sudah berganti pemilik. Keduanya masih mempertahakan interior khas di masa kolonial Belanda. Pun es krim yang disajikan. Selain es krim, Toko Oen juga menjual hidangan seperti steak dan nasi goreng.

Zangradi, Surabaya. Orang Italia memang terkenal jagonya urusan kuliner, termasuk pembuatan es krim atau gelato. Nah, seorang Italia bernama Zangradi mendirikan toko es krim di tahun 1930. Andalannya sejak dulu adalah es krim rasa Tutti Fruti.
Di Zangradi, selain menjual es krim batangan juga terdapat es krim scoop atau per mangkok. Ada pula banana split yaitu pisang dipadukan beberapa es krim sesuai selera. Untuk menemani makan es krim, toko ini juga menjual aneka jajanan seperti pastel sampai makanan berat seperti pizza.
Lokasinya berada di Jalan Yos Sudarso, persis di sebelah Balai Pemuda Surabaya. Duduk-duduk di kursi rotan Zangradi sambil menikmati semangkuk es krim, akan membuat diri serasa terlempar ke zaman para noni Belanda bersantai di sore  hari sebelum melanjutkan pesta di Balai Pemuda.

Ragusa, Jakarta. Resep es krim diwariskan secara turun temurun tanpa pernah mengganti resep aslinya. Tanpa bahan pengawet sudah pasti. Tak heran, es krimnya pun cepat meleleh. Orang Jakarta pasti mengenal restoran es krim yang satu ini.
Dari namanya saja sudah tertebak, lagi-lagi orang Italia yang membuat restoran es krim di bumi nusantara. Ya, awalnya Luigi Ragusa dan Vincenzo Ragusa membuka stan es krim di tahun 1932 di sebuah pasar malam.
Ternyata es krim yang dijual laku, hingga mereka memutuskan membuat restoran es krim di Jalan Veteran di tahun 1947. Hingga saat ini, restoran Ragusa masih berdiri di tempat yang sama. Sejak lama, Ragusa hanya menjual tujuh rasa saja.
Masing-masing rasa memiliki penggemar tersendiri. Anda mungkin bisa mencoba mulai dari rasa cokelat sampai durian. Ada pula modifikasi seperti Spaghetti Ice Cream dan Banana Split. Di Ragusa, khusus hanya menjual es krim saja. Ingin sambil menikmati makanan? Anda bisa pesan aneka jajanan yang ada di luar Ragusa.
Beberapa gerobak kaki lima seperti otak-otak dan rujak juhi dengan setia mangkal di depan Ragusa sejak lama. Pengunjung pun dapat menikmati makanan di dalam Ragusa. Tentu jangan lupa sambil memesan semangkuk es krim Ragusa.

Tip Top, Medan. Entah mengapa sepertinya para meneer dan mevrouw di masa kolonial begitu doyan es krim. Sampai-sampai di Medan pun, berdiri sebuah restoran es krim di tahun 1929. Restoran es krim yang kini bernama Tip Top tersebut berada di Jalan Ahmad Yani.
Tak hanya interiornya yang terkesan jadul dan membuat tamu terlempar ke dimensi kolonial Belanda, bahkan wadah es krimnya pun masih tetap seperti dulu yaitu dari aluminium. Mungkin maksudnya agar es krim tak cepat meleleh.
Silakan mencicipi es krim Mexicaner Ice, Java Ice, sampai Peach Melba Ice. Selain itu restoran ini juga menyediakan aneka makanan, mulai dari steak sampai nasi goreng.  Restoran ini menjadi salah satu wisata kuliner yang wajib dikunjungi turis saat ke Medan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s