Tips Anak – Mengajarkan Tentang Pilihan

mengajarkan anak tentang tanggung jawab dan pilihan sejak dini

 Anak identik dengan impulsif (bertindak spontan menurut dorongan hati). Untuk menghindari hal-hal yang kadang tidak diinginkan (misalnya memecahkan barang), orang tua sering menyuruh atau melarang anak melakukan hal tertentu. Memang cara itu lebih mudah, akan tetapi ada satu kerugiannya : menghilangkan kesempatan anak untuk belajar membuat pilihan dan menghadapi konsekuensi atas pilihannya.  
Dalam bukunya : The Art of Empowered Parenting (Ovation Books, 2007), psikologi Erik Fisher mengatakan bahwa kebanyakan anak kelas 1 atau 2 SD sudah tahu bahwa mereka bisa memilih untuk melakukan (atau tidak melakukan) suatu tindakan, akan tetapi seringkali mereka salah memilih. Untuk itu, Erik menyarankan bahwa orang tua sedikit “melambat” dan mengajarkan anak tentang pilihan.
 

Yang dimaksudkan dengan “melambat” yaitu : jangan buru-buru menyuruh (atau melarang) anak melakukan sesuatu. Ajari anak untuk menimbang pilihannya dengan menanyakan tiga pertanyaan ini:

  1. Apakah yang akan kamu lakukan baik atau jelek?
  2. Apakah itu dapat melukai (atau mengotori, membuat tidak suka, dll) diri sendiri atau orang lain?
  3. Apakah ada cara lain untuk melakukan itu?

Pertanyaan di atas mungkin kedengarannya terlalu sulit ditanyakan ke anak kelas 1 atau 2 SD. Akan tetapi semakin dini anak diajarkan untuk menimbang dan membuat pilihan, akan semakin baik. Mulailah dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Misalnya jika anak akan bermain di dekat dapur (pisau), tanyakanlah :

  1. Kalau bermain di sini kan ada pisau. Itu baik atau jelek? Jawaban anak mungkin “baik” 
  2. Itu kan ada pisau, kalau nanti kena pisau, nanti bisa luka dan sakit tidak? Jawaban anak mungkin “tidak”. Di titik ini Anda harus mengajarkan bahwa hal ini salah, pisau bisa berbahaya 
  3. Kalau tidak main disini, bisa bermain dimana?

Tanyakanlah sampai anak bisa menentukan tempat yang aman untuk bermain.

Ingat, cara yang lebih cepat (langsung menyuruh atau melarang) memang mudah bagi Anda, tapi anak tidak akan belajar berpikir dan membuat pilihan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s