Tips Anak – Orang Tua di Era Teknologi

orang tua dan anak, parenting di tengah gempuran teknologi tablet, smartphone, dan internet

Ingat masa-masa dimana “menonton TV” berarti menonton film minggu pagi, dan “menggunakan komputer” berarti melihat ayah kita bekerja? Majukan 20 tahun, dan saat inilah hasilnya : orang tua di era digital. Terima kasih untuk teknologi, era digital berarti hal-hal baru untuk dihadapi, dan nasihat-nasihat “zaman dulu” tidak relevan lagi.

Bukan berarti bahwa teknologi untuk anak itu tidak baik. Banyak hal-hal yang bisa diperoleh dari teknologi. Era digital hanya berarti perlunya batasan waktu dan penilaian yang tepat, kapan dan untuk apa digunakan. Mungkin ada waktunya dimana memberikan iPad kepada anak untuk bermain dapat memberikan orang tua sedikit waktu tenang. Hanya saja, pastikan bahwa saat memberikan teknologi kepada anak, teknologi diberikan sebagai alat bantu, bukan sebagai alat pelarian orang tua -mungkin karena anaknya rewel atau bosan)-

Apa saja hal-hal yang berubah di era digital? (Dan mungkin harus disikapi dengan tepat)

Persoalan Baru

Orang tua kita tidak perlu khawatir bahwa anaknya dulu menghabiskan terlalu banyak waktu menggeser jari di iPad dan kurang berinteraksi di dunia nyata. Sekarang mungkin interaksi banyak terjadi di dunia maya sehingga kemampuan sosial anak di lingkungan nyata kurang berkembang. Belum lagi masalah bahwa dunia maya susah dikontrol, sehingga ada kemungkinan terjadi cyber bullying.

Komunikasi Lewat Tulisan

Dengan adanya aplikasi instant messaging semacam Line, BBM, Whatsapp yang mudah diperoleh, bisa terjadi kesalahpahaman. Biar bagaimanapun, bahasa tulisan akan berbeda dengan bahasa yang disampaikan lewat tatap muka langsung, atau minimal via telepon, sehingga orang tua maupun anak harus berhati-hati saat menerjemahkan emosi dalam tulisan. Bukan berarti bahwa instant messaging itu jelek: cepat, mudah dipakai, bisa selalu update informasi anak, dan biayanya murah. Akan tetapi perlu “membaca dan menulis dengan bijaksana”


Keamanan Anak
Pernah mendengar kasus bahwa anak diculik oleh “teman” yang dikenal Facebook? Atau cyber bullying yang mengakibatkan anak stress? Dengan akses di jari anak, sementara internet merupakan media tanpa sensor, orang tua harus lebih berhati-hati dalam sosialisasi anak di dunia maya. Tips berikut mungkin bisa membantu

Kedisiplinan Anak
Game online! Berhati-hatilah saat memberikan game kepada anak, jangan sampai anak menjadi kecanduan game dan lupa pada tugasnya. Tidak belajar karena bermain game, menghabiskan uang saku untuk main game online, hal-hal yang kecil tapi bila dibiarkan berlarut-larut akan menjadi kebiasaan buruk. Misalnya saja menghabiskan uang saku untuk terlalu sering bermain game, sama saja membuat anak tidak bisa membuat prioritas atas keuangannya. Apabila kebiasaan seperti ini dibawa-bawa dari kecil, mungkin saja saat dewasa anak juga tidak bisa membuat prioritas keuangan.

Kurangnya komunikasi
Pernah melihat satu keluarga yang makan bersama, tapi ayah, ibu, maupun kedua anaknya, semua sibuk dengan smartphone masing-masing? Ungkapan “teknologi mendekatkan yang jauh, sekaligus menjauhkan yang dekat” mungkin cocok untuk menggambarkan kondisi ini. Luangkanlah waktu untuk bicara dengan anak-anak secara langsung. Misalnya dengan tidak mengeluarkan smartphone dan chatting sementara anak ada di depan Anda. Ingatlah, sedekat apapun seorang teman atau rekan bisnis, tetap saja hubungan darah lebih erat. Jika orang tua tidak memberi contoh, bukan salah anak bila komunikasi orang tua-anak tidak berjalan.

Sumber : education.com dan psychologytoday

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s