Kerajinan Anak – S for Snake

S for Snake!!!
Ajari anak Anda bahasa inggris sambil bermain gunting-tempel dengan membuat gambar ular (Snake) berbentuk huruf S.
Kerajinan ini cocok untuk anak yang sedang belajar kosakata hewan bahasa inggris, dan bisa dilakukan sambil bermain.

prakarya gunting tempel, kerajinan anak TK/SD, gambar ular bahasa inggris


Usia :  

 SD kelas 1

Untuk orang tua :

  • Bantu anak memotong bagian yang sulit


Bahan-bahan :

  • Kertas hijau
  • Kertas merah
  • Gunting
  • Lem 
  • Spidol hitam
  • Hiasan (bintang-bintang, kertas warna-warni, dll)
  • Pola huruf


Cara membuat :

  1. Download dan print pola huruf disini
  2. Jiplak pola dan potong pada warna kertas yang sesuai dengan petunjuk pola
  3. Gambar mata di badan dengan spidol hitam
  4. Tempelkan lidah di badan (huruf S)

  5. Hiasi dengan aneka hiasan warna-warni

Ular Paling Berbisa di Dunia
Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup. Ular digolongkan menjadi 2, ular berbisa dan ular tidak berbisa. Berikut 15 ular paling berbisa.

Ular Fierce atau Inland Taipan

Ular ini adalah ular dengan bisa paling berbahaya di dunia. Untuk satu gigitan adalah 110mg, cukup untuk membunuh sekitar 100 manusia, atau 250.000 tikus! Dengan LD/50 dari 0.03mg/kg, itu adalah 10 kali lebih berbisa seperti ular Mojave, dan 50 kali lebih dari Cobra umum. Untungnya, Inland Taipan tidak terlalu agresif dan jarang ditemui oleh manusia di alam liar. Tidak ada korban jiwa yang pernah terekam, meskipun berpotensi bisa membunuh manusia dewasa dalam kurun waktu 45 menit.

Ular Coklat Timur
Satu ons racun yang disemburkan oleh ular ini dapat membunuh orang dewasa. Di spesiesnya, ular ini yang paling berbahaya. Sayangnya, habitat yang disukai juga di sepanjang pusat populasi besar di Australia. Ular Brown bergerak cepat, dapat menjadi agresif dalam keadaan tertentu dan telah dikenal menyerang musuh mereka dengan cepat dan tanggap. Bahkan ular yang masih remaja bisa membunuh manusia. Racun neurotoksin dan berisi koagulan darah.

Krait Biru
Ular Krait Biru ini banyak ditemukan di Indonesia dan negara lain khususnya Asia Tenggara. Mereka memangsa ular lain atau bahkan dari golongannya sendiri. Krait Biru berkembang biak dengan pesat, mereka mencari mangsa di saat gelap atau malam hari. Racun dalam bisanya adalah neurotoksin, 16 kali lebih kuat daripada bisa seorang Cobra. Dengan cepat menginduksi yang menyebabkan kelumpuhan otot dengan mencegah kemampuan ujung saraf untuk mengirim pesan ke saraf berikutnya. Hal ini diikuti dengan sebuah periode eksitasi lebih besar (kram, tremor, kejang), yang akhirnya berujung pada kelumpuhan. Untunya, sifat dari ular ini adalah pemalu, mereka lebih banyak bersembunyi daripada melawan.

Taipan
Ular ini juga ditemui di daratan benua Australia. Kulitnya yang eksotis berkebalikan dari pesona bisa yang mematikan. Bisa yang disengatkan Taipan bisa membunuh lebih dari 12.ooo marmut. Bisa Taipan dapat menggumpalan darah korban, menghalangi arteri atau vena. Hal ini juga sangat neurotoksik. Sebelum ditemukan penangkalnya, jika tersengat ular ini, maka satu jam dari itu, mungkin Anda akan mengucapkan sampai jumpa kepada dunia.

Mamba Hitam
Ular Mamba Hitam adalah ular berbahaya dari Afrika. Menjadi ular tanah yang tercepat sekaligus mematikan di dunia, dengan kecepatan 20 km/jam. Gejala awal ketika disengat ular ini adalah rasa sakit di daerah gigitan, meskipun tidak separah seperti ular dengan hemotoxins. Korban kemudian mengalami kesemutan di mulut dan kaki, penglihatan ganda, visi terowongan, kebingungan, demam, air liur berlebihan (termasuk busa dari mulut dan hidung) dan kurangnya kontrol otot. Jika korban tidak menerima perawatan medis, gejala dengan cepat berkembang menjadi sakit perut parah, mual dan muntah, pucat, syok, toksisitas nefrotoksisitas, cardio dan kelumpuhan. Akhirnya, korban mengalami kejang-kejang, serangan pada sistem pernapasan, koma dan kematian. Tanpa antivenin, tingkat kematian hampir 100%, di antara yang tertinggi dari semua ular berbisa. Tergantung pada sifat dari gigitan, kematian dapat hasil pada setiap waktu antara 15 menit dan 3 jam. 

    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s