Kerajinan Anak – Lebah Kertas

Membuat sendiri gambar berbentuk lebah lucu dari kertas. Kerajinan gunting tempel ini cocok untuk anak balita/TK yang sedang berlatih menggunting dan menempelkan dengan teliti.

kerajinan/prakarya gunting tempel anak TK, membuat lebah kertas

Usia :
TK, balita

Untuk orang tua :

  • Bantu anak menggunting bagian yang sulit


Bahan-bahan :

  • kertas hitam
  • kertas kuning
  • kertas putih
  • lem
  • gunting
  • spidol merah
  • mata mainan
  • pola lebah


Cara membuat :

  1. Download dan print pola lebah disini
  2. Potong pola lebah pada kertas dengan warna yang sesuai di pola
  3. Membuat kepala : tempelkan kedua antena di kepala, kemudian tempelkan dua mata mainan. Warnailah kertas putih dengan spidol merah membentuk senyuman, kemudian potong dan tempelkan.
  4. Membuat badan : tempelkan ekor di badan, kemudian tempelkan loreng-loreng hitam di badan
  5. Tempelkan secara berurutan : kedua sayap (paling bawah), badan, kepala (paling atas)

Cerita Anak : Lebah Membalas Budi
Sekawanan lebah telah menempuh perjalanan jauh sekali. Mereka tengah mencari daerah baru. Tempat tinggal mereka yang lama telah menjadi daerah yang sangat kering. Tak ada satu pun tanaman yang hidup di sana, sehingga mereka tak dapat mencari makan.
 

Setelah berhari-hari terbang melintasi daerah yang tandus, sampailah mereka di sebuah hutan. Kawanan lebah itu pun merasa senang. Mereka merasa mendapat harapan baru untuk masa depan keluarga besar mereka. Seekor Prajurit Lebah berkata kepada teman-temannya, “Tunggu di sini dulu! Aku akan menemui penghuni hutan ini, menanyakan apakah kita diizinkan tinggal bersama mereka.” Prajurit Lebah itu lalu terbang mendahului yang lain. Di pintu masuk hutan, ia bertemu dengan Burung Pipit yang sedang melompat-lompat di atas pohon.

       “Pipit yang baik, di manakah teman-temanmu?” ia bertanya setelah memberi salam.

       Burung Pipit berhenti melompat-lompat.

       “Di bagian dalam sana. Ada apa? Kelihatannya kau letih sekali,” sahut’Pipit.

       “Aku ingin bertemu dengan kalian semua. Aku datang dari tempat yang jauh sekali dari sini,” Lebah berkata. Lalu diceritakannya kesusahan yang telah menimpa kelompoknya.

       Pipit merasa iba mendengar penuturan Lebah. Ia lalu mengajak Lebah menemui teman-temannya. Ternyata seluruh penghuni hutan menerima kedatangan keluarga Lebah.

       “Tinggallah di sini bersama kami. Kalian boleh memilih tempat yang kalian sukai. Kami semua merasa senang,” kata Harimau, si Raja Hutan. Yang lain-lain pun setuju.

       Maka sejak itu kawanan lebah tinggal di dalam hutan bersama dengan binatang yang lain. Mereka hidup rukun dan saling menolong. Kawanan lebah membuat sarang di atas pohon yang tinggi. Mereka senang sekali, karena di dalam hutan itu tersedia semua yang mereka butuhkan.

       Suatu hari ketentraman hutan itu terusik. Dua orang pemburu datang dan mulai menimbulkan bencana. Dengan senapan di tangan mereka menyebar malapetaka. Setiap saat senapan mereka meletus dan membuat penghuni hutan lari ketakutan. Seekor rusa kecil berlari-lari sambil menangis sedih. Kera yang menjumpainya bertanya, “Mengapa kau menangis, Rusa Kecil?”

       Anak Rusa pun berhenti berlari, napasnya terengah-engah. “Mereka menembak kedua orang tuaku,” ia menyahut pilu, lalu kembali menangis di depan Kera.

       “Kejam sekali! Terkutuklah mereka!” Kera mengumpat. Ia lalu mengajak Rusa Kecil menyingkir, menghindari bahaya.

       Hari berikutnya keluarga Kelinci menjadi korban. Kemudian Babi Hutan, Sapi, menyusul Banteng menjadi sasaran peluru. Sekarang hutan menjadi tidak aman lagi. Setiap hari ada korban yang jatuh. Seluruh isi hutan jadi gelisah dan panik. Mereka tidak berani keluar di waktu siang hari. Mereka bersembunyi di dalam sarang atau di dalam gua masing-masing. Mereka takut bertemu dengan pemburu-pemburu itu dan mendapat celaka.

       Prajurit Lebah marah bukan main melihat keadaan yang menjadi semakin buruk itu. la lalu mengumpulkan teman-temannya.

       “Kini tiba saatnya kita membalas budi. Dulu ketika kita semua mendapat susah, mereka menolong kita. Sekarang giliran kita yang harus menolong mereka. Mengusir pemburu-pemburu itu agar hutan ini tentram kembali,” Prajurit Lebah berkata.

       “Benar, kita harus menyelamatkan saudara-saudara kita dari kebinasaan,” kata yang lain. Mereka semua sepakat menghadapi pemburu-pemburu itu dengan kekuatan yang ada.

       Demikianlah, keesokan harinya mereka berkumpul di tepi hutan, menunggu kedatangan kedua pemburu. Mereka bersembunyi di antara kerimbunan daun-daunan.
lebah2

       Setelah menunggu beberapa saat, datanglah pemburu yang mereka tunggu. Kedua orang itu menyandang senapan di atas pundak masing-masing. Mereka berjalan sambil bercakap-cakap dan tertawa. Keduanya tak menyadari adanya bahaya.

       Maka ketika kedua pemburu itu semakin dekat, Prajurit Lebah pun berseru, “Serbuuuu …”

       Dan menghamburlah lebah-lebah itu. Mereka keluar dari tempat persembunyian dan menyerbu kedua pemburu tersebut. Dengung mereka keras sekali, membuat kedua pemburu itu terkejut bukan main. Mereka sama sekali tidak mengira akan mendapat serangan dari kawanan lebah. Hati mereka gentar. Semangat mereka pun terbang. Apalagi setelah kawanan lebah itu mulai mengurung dan menyerang mereka dari segala penjuru. Mereka berteriak dan melarikan diri. Akan tetapi kawanan lebah itu belum mau berhenti. Mereka mengejar terus ke mana pun kedua pemburu itu lari. Sengatan-sengatan mereka bertubi-tubi mengenai tubuh si Pemburu. Setiap kena sengatan, pemburu-pemburu itu mengaduh dengan keras. Begitulah, sambil berlari mereka terus-menerus mengaduh tak henti-hentinya.

       Akhirnya kedua pemburu itu tak tahan. Mereka tak dapat lagi berteriak dan mengaduh. Mereka jatuh pingsan! Barulah kawanan lebah merasa puas. Mereka terbang kembali berbondong-bondong masuk ke dalam hutan.

       Demikianlah, semenjak itu kedua pemburu itu tak pernah datang lagi. Rupanya mereka jera. Hutan pun menjadi aman seperti sediakala. Tidak ada yang mengganggu ketentraman hidup penghuninya. Mereka sangat berterima kasih kepada lebah dan teman-temannya. 

    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s