Kerajinan Anak – Amplop Hias Dua Warna

Ingin memberikan undangan atau kartu ucapan dengan amplop unik kreasi sendiri? Lembar aktifitas ini berisi petunjuk membuat sendiri amplop hias cantik dengan dua warna. Beri kejutan untuk orang tersayang dalam amplop unik yang tidak ada duanya. 

kerajinan anak SD, buat sendiri amplop hias 2 warna


Usia :
SD

Untuk orang tua :
Memotong pola harus rapi agar amplop dapat ditutup

Bahan-bahan :

  • kertas kado (2 pola berbeda)
  • Lem kertas/selotip double tape
  • Gunting
  • Pola amplop


Cara membuat :

  1. Potong masing-masing kertas kado berukuran 20 cm x 20 cm
  2. Tempelkan masing-masing sisi putih kertas kado, sehingga membentuk kertas kado berbeda warna di dua sisi
  3. Download dan print pola amplop disini
  4. Tempelkan pola amplop pada kertas kado dua sisi agar tidak bergerak
  5. Potong kertas kado sesuai pola amplop
  6. Lipat pola amplop sesuai petunjuk pada pola

Asal Usul Amplop
Amplop berkembang mengiringi dinamika surat menyurat. Di masa lalu, amplop menjadi bagian dari surat itu sendiri. Bangsa Babilonia punya peran besar bagi perkembangan dunia amplop. Merekalah yang pertama kali mengenalkan amplop di dunia ini.

Berdasar buku The History of Envelopes karya Maynard H Benjamin, amplop mulai digunakan oleh bangsa Babilonia pada 2000 tahun sebelum masehi. Saat itu, mereka sudah mengenal tulisan dan dokumen-dokumen administrasi pemerintahan. Saat itu pula amplop tidak digunakan dalam dunia surat-menyurat, tapi sebagai tempat menyimpan catatan-catatan dan dokumen penting.

Jangan dibayangkan, amplop yang ada saat itu sudah berbentuk seperti amplop yang sekarang banyak dijual. Tipis, terbuat dari kertas, dan tersedia dalam berbagai desain serta ukuran. Kemudian di bagian penutupnya sudah dilengkapi lem perekat untuk melindungi isinya. Bentuknya belum sesempurna itu.

Pada zaman itu, amplop dibuat dalam bentuk kotak sederhana. Bahan bakunya bukan kertas melainkan tanah liat. Karena itulah, amplop di zaman Babilonia tidak bisa dilipat seperti amplop kertas yang ada saat ini.

Amplop kertas baru mulai dikenal sekitar tahun 1775. Saat itu dunia pos di Eropa dan Amerika menggunakan selembar kertas yang dilipat untuk membungkus surat yang dikirimkan oleh warga. Biaya pengamplopan sudah termasuk dalam ongkos pengiriman surat. Amplop dengan model seperti ini terus digunakan hingga sekitar tahun 1839.

Pada tahun 1840, Ratu Victoria mendorong adanya reformasi dalam dunia pos. Reformasi ini dipimpin oleh Rowland Hill. Dari sinilah cerita tentang amplop modern dimulai. Pada tahun itu pula pemerintah Inggris membuat kontes pembuatan amplop untuk menyempurnakan kirim-mengirim surat.

Kontes dimenangi oleh anggota Royal Academy, William Mulready. Dia berhak mendapatkan hadiah senilai 200 pounsterling. Amplop hasil rancangannya berbentuk seperti amplop yang kita kenal sekarang. Amplop itu dibuat dengan mempertemukan empat ujung kertas persegi empat. Kemudian di bagian penutupnya sudah dilengkapi bahan perekat, serta bagian luar amplop dihias ornamen cantik.

Amplop hasil karya William ini kemudian mengilhami dunia industri di Amerika Serikat. Seorang warga keturunan Skorlandia yang hijrah ke Amerika, James Logan, berperan besar dalam perkembangan industri amplop ini. Tahun 1878, dia mulai mengembangkan pembuatan amplop saat bekerja di perusahaan milik G Henry Whitcomb.

Keahliannya membisniskan amplop kemudian menjadikan James berinisiatif membangun perusahaan sendiri bersama rekannya George H Lowe di Boston pada Desember 1882. Perusahaan ini dia namai Logan and Lowe Envelope Company. Perusahaan ini menggunakan mesin buatan Berlin and Jones untuk membuat amplop. Dari sinilah industri pembuatan amplop bermula.

    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s